Sabtu, 31 Oktober 2009

Dot dan Jempol Penyebab Gangguan Bicara



DOT memang efektif membantu orangtua dalam menenangkan bayi saat rewel. Namun hal ini dipercaya justru menjadi faktor penghambat perkembangan bicara anak. Menurut hasil studi yang dilakukan para peneliti dari Amerika dan Chili, anak-anak prasekolah yang telah menggunakan dot paling tidak selama 3 tahun berisiko 3 kali lebih besar mengalami gangguan bicara dibandingkan anak-anak yang tidak menggunakan dot. Selain dot, anak-anak yang menghisap jempol juga berisiko lebih besar mengalami penundaan perkembangan kemampuan berbicara.

Dalam studi ini, para peneliti mempelajari latar belakang atau kronologis menghisap jempol dan jari, sejarah menyusui serta penggunaan dot pada 128 anak berusia 3-5 tahun. Tim peneliti yang dipimpin Dr Clarita Barbosa dari the University of Washington ini juga menggunakan tes linguistik untuk melihat apakah kemampuan bicara anak termasuk normal sesuai dengan umurnya atau apakah kemampuan mengucap bunyi dan kata mereka tergolong lambat dibandingkan dengan usia.

Peneliti menemukan, anak-anak yang menghisap jari atau jempol mereka, atau anak yang menggunakan dot paling tidak selama 3 tahun, berisiko 3 kali lipat lebih besar mengalami gangguan bicara. Sedang anak yang minum air susu ibu (ASI) paling tidak hingga berusia 9 bulan, dan tidak menyusu melalui botol, mengalami gangguan bicara yang lebih sedikit.

"Hasil studi ini menunjukkan kalau perpanjangan waktu mengisap di luar minum ASI mempunyai efek merusak terhadap perkembangan bicara pada anak," ujar Barbosa, seperti dikutip situs dailymail.

Studi ini, terang Barbosa, menambah bukti baru bahwa penggunaan dot merugikan anak. Penggunaan dot ini, terang dia, akan membuat anak tidak ikut terlibat dalam percakapan sehari-hari.
(disadur dari : mediaindonesia.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon agar menulis komentar, untuk perbaikan dimasa datang, terima kasih. Salam dari kami di Bumi Parahyangan.