ORANG-orang umumnya menyukai makanan bercita rasa lemon. Tapi, pernahkah Anda berpikir bahwa jus lemon mempunyai segudang manfaat sehat lain di luar perasa makanan atau minuman? Ya, jus dan air lemon bisa dimanfaatkan untuk mengatasi penyakit dan menjaga kesehatan tubuh. Berikut beberapa manfaat sehat dari jus lemon yang bisa membuat Anda semakin cinta kepada jenis buah sitrus yang satu ini.
1. Redakan gangguan lambung
Saat dipadukan dengan air panas, lemon bisa membantu meredakan banyak gangguan pencernaan, termasuk mual dan heartburn (naiknya asam lambung ke kerongkongan). Mengonsumsi jus lemon secara teratur membantu usus mengeluarkan sampah secara lebih efisien. Lemon bekerja sebagai pemurni darah dan agen pembersih. Jus lemon juga bekerja sebagai tonik hati dan membantu mencerna makanan dengan membantu hati memproduksi lebih banyak air empedu.
2. Jaga kesehatan kulit
Lemon, sebagai obat antiseptik alami, bisa membantu mengatasi ganguan kulit. Lemon merupakan buah sitrus kaya vitamin C yang menguatkan kecantikan Anda dengan meremajakan kulit dari dalam, sehingga membuat wajah lebih bercahaya. Konsumsi air lemon secara rutin dinyatakan bisa mengubah penampilan kulit Anda. Lemon bekerja sebagai antipenuaan dan mengangkat kerutan serta jerawat. Untuk menyamarkan bekas luka, cobalah oleskan air lemon ke area kulit yang bermasalah.
3. Bantu perawatan gigi
Air lemon juga bisa digunakan dalam perawatan gigi. Meneteskan jus lemon segar ke area gigi yang sakit dinyatakan bisa membantu mengusir rasa sakit. Anda juga bisa menghentikan gusi berdarah dengan memijatkan sari lemon ke area gusi. Selain itu, jus lemon dinyatakan bisa mengusir bau mulut dan gangguan lain terkait gusi.
4. Atasi infeksi tenggorokan
Kandungan antibakteri di dalam lemon membantu mengatasi gangguan terkait infeksi tenggorokan, sakit tenggorkan dan tonsilitis. Untuk mengatasi sakit tenggorokan, cobalah encerkan sari dari setengah lemon dengan setengah air dan berkumurlah secara teratur.
5. Turunkan berat badan
Minum air jeruk lemon dinyatakan bisa mempercepat penurunan berat badan. Anda juga bisa menurunkan berat badan dengan mengonsumsi campuran jus lemon, air hangat dan madu.
6. Kontrol tekanan darah tinggi
Kandungan kalium di dalam lemon dinyatakan bisa membantu pasien gangguan jantung. Lemon bekerja mengontrol tekanan darah, pusing, mual serta merilekskan tubuh dan pikiran. Lemon juga dinyatakan bisa mengurangi stres dan depresi mental.
(disadur dari : mediaindonesia.com)
Sabtu, 26 Desember 2009
Jumat, 25 Desember 2009
Lima Obat Alami Atasi Alkoholisme
PECANDU alkohol mudah dikenali dari mata yang berwarna kemerahan dan bengkak di sekitar mata, suara serak dan denyut nadi yang sangat cepat. Pecandu alkohol juga cenderung mudah marah, penuh curiga dan sangat emosional. Pada tahap awal, mereka biasanya menderita serangkaian gejala seperti muntah, menderita gangguan tidur. Konsumsi alkohol berlebih pada akhirnya akan memicu sirosis hati.
Mengingat buruknya efek negatif dari kelebihan alkohol, ada baiknya mulai membatasi asupan alkohol Anda. Namun jika sudah mengalami gejala-gejala kelebihan alkohol seperti disebutkan di atas, Anda bisa mencoba cara alami berikut untuk meredakan gangguan Anda.
Anggur. Diet terbatas dengan mengonsumsi buah anggur selama 1 bulan merupakan pengobatan alami yang vital untuk mengatasi alkoholisme. Buah anggur mengandung bentuk murni alkohol, sehingga bisa berperan sebagai alternatif sehat pengganti alkohol.
Proses idealnya adalah makan buah anggur segar sebagai makanan utama 3 kali sehari setiap 5 jam. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, pastikan Anda benar-benar berhenti minum alkohol.
Apel. Jika dikonsumsi secara teratur, apel membantu menghilangkan kemabukan dan mengurangi keranjingan terhadap anggur atau jenis minuman keras lainnya.
Kurma. Kurma sangat berperan dalam menangani alkoholisme. Masukkan 3-4 biji kurma ke dalam setengah gelas air dan minumlah 2 kali sehari selama sebulan.
Pare. Jus dari ekstrak daun pare dinyatakan efektif mengatasi mabuk akibat alkohol. Jus ini juga baik untuk membantu mengatasi kerusakan hati. Campurkan 3 sendok teh jus dengan segelas susu dan minum setiap pagi selama sebulan.
Seledri. Jus seledri mentah memberikan efek menenangkan pada pasien yang kelebihan alkohol. Campurkan setengah gelas air putih dengan setengah gelas jus seledri mentah dan minumlah setiap hari selama sebulan. Cara ini dinyatakan sangat efektif dalam meredakan alkoholisme.
(disadur dari : mediaindonesia.com)
Mengingat buruknya efek negatif dari kelebihan alkohol, ada baiknya mulai membatasi asupan alkohol Anda. Namun jika sudah mengalami gejala-gejala kelebihan alkohol seperti disebutkan di atas, Anda bisa mencoba cara alami berikut untuk meredakan gangguan Anda.
Anggur. Diet terbatas dengan mengonsumsi buah anggur selama 1 bulan merupakan pengobatan alami yang vital untuk mengatasi alkoholisme. Buah anggur mengandung bentuk murni alkohol, sehingga bisa berperan sebagai alternatif sehat pengganti alkohol.
Proses idealnya adalah makan buah anggur segar sebagai makanan utama 3 kali sehari setiap 5 jam. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, pastikan Anda benar-benar berhenti minum alkohol.
Apel. Jika dikonsumsi secara teratur, apel membantu menghilangkan kemabukan dan mengurangi keranjingan terhadap anggur atau jenis minuman keras lainnya.
Kurma. Kurma sangat berperan dalam menangani alkoholisme. Masukkan 3-4 biji kurma ke dalam setengah gelas air dan minumlah 2 kali sehari selama sebulan.
Pare. Jus dari ekstrak daun pare dinyatakan efektif mengatasi mabuk akibat alkohol. Jus ini juga baik untuk membantu mengatasi kerusakan hati. Campurkan 3 sendok teh jus dengan segelas susu dan minum setiap pagi selama sebulan.
Seledri. Jus seledri mentah memberikan efek menenangkan pada pasien yang kelebihan alkohol. Campurkan setengah gelas air putih dengan setengah gelas jus seledri mentah dan minumlah setiap hari selama sebulan. Cara ini dinyatakan sangat efektif dalam meredakan alkoholisme.
(disadur dari : mediaindonesia.com)
Rabu, 23 Desember 2009
Pertolongan Pertama Jika Bayi Pingsan
Siapa pun pasti panik jika menemukan bayinya tidak sadarkan diri (pingsan) dan napasnya berhenti. Tapi orangtua atau siapapun yang dekat dengannya bisa memberikan pertolongan pertama CPR (cardiopulmonary resuscitation).
Tubuh bayi tidak sama dengan tubuh orang dewasa, karena anak bayi tulangnya masih sangat rentan dan diperlukan trik-trik khusus untuk bisa membantunya bernapas kembali atau sadar tanpa mencederainya.
"Dalam memberikan CPR untuk bayi tidak menggunakan dua tangan tapi cukup 2 jari saja, yaitu bisa jari telunjuk dengan tengah, jari tengah dan jari manis atau jempol saja," ujar EMT Anwar Buchari, Manager Operation dari Medic One, dalam acara Life Saver CPR Competency, di Wisma GKBI, Jakarta, Selasa (22/12/2009).
Anwar memberikan tahapan pertolongan pertama untuk bayi, sebagai berikut:
1. Cek keamanan dan kesehatan (Danger)
Pastikan orang tua meletakkan bayinya di tempat yang datar dan jangan di kasur. Lalu perhatikan bahwa daerah sekitarya aman dari bahaya.
2. Cek respons dari si bayi (Response)
Untuk mengetahui apakah bayi tersebut masih sadar atau tidak, bisa dengan mengelitik atau mengusap telapak tangan dan kakinya. Jika bayi masih sadar, maka secara otomatis bayi akan memberikan respons.
"Karena bayi yang aktif akan menggerakkan kedua anggota badan tersebut," ujar laki-laki berkacamata ini.
3. Buka jalur pernapasan (Airway)
Untuk membantu membukan jalur pernapasan si bayi, cukup dengan cara menarik sedikit dahi bayi ke belakang tanpa perlu menarik dagunya.
4. Berikan napas buatan (Breath)
Pada bayi, napas buatan yang diberikan cukup dengan dua kali tiupan saja dan tidak perlu menutup hidung si bayi. Orangtua cukup menutup mulut dan hidung bayi sekaligus dengan mulutnya, karena jarak antara mulut dan hidung pada saat bayi masih dekat.
5. Berikan tekanan (Compressions)
Dalam memberikan tekanan cukup menggunakan dua jari saja dan diletakkan pada posisi satu jari di bawah garis puting. Tekanan yang diberikan cukup satu pertiga dari kedalaman dada dan dilakukan sebanyak 30 kali.
Lakukan dua kali napas buatan dan 30 kali tekanan (2:30) secara berulang sebanyak 5 set atau selama 2 menit. Setelah itu periksa kembali apakah bayi sudah bisa bernapas lagi atau belum dengan mengecek jalur pernapasannya.
"Jika sudah bernapas normal maka letakkan pada recovery position, yaitu gendong bayi dengan posisi mendatar lurus atau dimiringkan pada tempat yang datar," ujar paramedis berusia 30 tahun ini.
Meskipun si bayi sudah bisa bernapas normal kembali dengan bantuan CPR, orangtua sebaiknya tetap membawanya ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
(disadur dari : detikhealth.com)
Tubuh bayi tidak sama dengan tubuh orang dewasa, karena anak bayi tulangnya masih sangat rentan dan diperlukan trik-trik khusus untuk bisa membantunya bernapas kembali atau sadar tanpa mencederainya.
"Dalam memberikan CPR untuk bayi tidak menggunakan dua tangan tapi cukup 2 jari saja, yaitu bisa jari telunjuk dengan tengah, jari tengah dan jari manis atau jempol saja," ujar EMT Anwar Buchari, Manager Operation dari Medic One, dalam acara Life Saver CPR Competency, di Wisma GKBI, Jakarta, Selasa (22/12/2009).
Anwar memberikan tahapan pertolongan pertama untuk bayi, sebagai berikut:
1. Cek keamanan dan kesehatan (Danger)
Pastikan orang tua meletakkan bayinya di tempat yang datar dan jangan di kasur. Lalu perhatikan bahwa daerah sekitarya aman dari bahaya.
2. Cek respons dari si bayi (Response)
Untuk mengetahui apakah bayi tersebut masih sadar atau tidak, bisa dengan mengelitik atau mengusap telapak tangan dan kakinya. Jika bayi masih sadar, maka secara otomatis bayi akan memberikan respons.
"Karena bayi yang aktif akan menggerakkan kedua anggota badan tersebut," ujar laki-laki berkacamata ini.
3. Buka jalur pernapasan (Airway)
Untuk membantu membukan jalur pernapasan si bayi, cukup dengan cara menarik sedikit dahi bayi ke belakang tanpa perlu menarik dagunya.
4. Berikan napas buatan (Breath)
Pada bayi, napas buatan yang diberikan cukup dengan dua kali tiupan saja dan tidak perlu menutup hidung si bayi. Orangtua cukup menutup mulut dan hidung bayi sekaligus dengan mulutnya, karena jarak antara mulut dan hidung pada saat bayi masih dekat.
5. Berikan tekanan (Compressions)
Dalam memberikan tekanan cukup menggunakan dua jari saja dan diletakkan pada posisi satu jari di bawah garis puting. Tekanan yang diberikan cukup satu pertiga dari kedalaman dada dan dilakukan sebanyak 30 kali.
Lakukan dua kali napas buatan dan 30 kali tekanan (2:30) secara berulang sebanyak 5 set atau selama 2 menit. Setelah itu periksa kembali apakah bayi sudah bisa bernapas lagi atau belum dengan mengecek jalur pernapasannya.
"Jika sudah bernapas normal maka letakkan pada recovery position, yaitu gendong bayi dengan posisi mendatar lurus atau dimiringkan pada tempat yang datar," ujar paramedis berusia 30 tahun ini.
Meskipun si bayi sudah bisa bernapas normal kembali dengan bantuan CPR, orangtua sebaiknya tetap membawanya ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
(disadur dari : detikhealth.com)
Langganan:
Postingan (Atom)


-dalam.jpg)