Selasa, 15 Desember 2009
Tujuh Kunci Senyum Cemerlang
SENYUM cemerlang tidak hanya membuat Anda terlihat lebih muda, tapi mulut sehat juga menggambarkan kesehatan tubuh Anda secara umum. Karena itu, sangat penting untuk menjaga kesehatan mulut. Bagaimana caranya? Berikut beberapa langkah sederhana yang bisa membantu menjaga agar senyum Anda tetap cantik dan sehat.
Batasi karbohidrat hanya saat makan
Semua karbohidrat akan dipecah menjadi gula sederhana, yang akan segera diubah oleh bakteri di mulut menjadi plak, bahan sisa lengket yang memicu penyakit gusi dan gigi berlubang. Karena itu, usahakan makan karbohidrat hanya pada waktu makan, bukan saat mengonsumsi kudapan. Saat makan besar, Anda memproduksi lebih banyak air liur, sehingga membantu membersihkan partikel makanan.
Hindari gosok gigi setelah minum soda
Menurut Juru Bicara Chicago Dental Society Mary Hayes, DDS, ada baiknya menghindari sikat gigi segera setelah minum soda atau minuman yang mengandung asam lainnya. Pasalnya, minuman berasam dipadukan dengan aksi abrasif saat menyikat bisa mengerosi lapisan email gigi.
Untuk menghindari gigi dari komponen soda, cobalah minum air putih atau mengunyah permen karet untuk mengaktifkan air ludah yang bisa menetralkan asam, selanjutnya menggosok gigi.
Tambah asupan vitamin C
Vitamin C merupakan semen yang berfungsi menyatukan sel-sel. Karena itu, vitamin ini sangat penting untuk menjaga kesehatan jaringan gusi. Sebuah studi dari State University of New York University dengan 12,000 partisipan, seperti dikutip situs prevention, menemukan, orang-orang yang mengonsumsi kurang dari 60 mg vitamin C per hari (satu jeruk mengandung lebih dari 80 mg) berisiko 25 persen lebih besar menderita penyakit gusi dibandingkan mereka yang mengonsumsi 180 mg atau lebih.
Minum teh
Kandungan antioksidan dalam teh baik untuk gusi. Teh hijau dan teh hitam mengandung polyphenols, antioksdian tumbuhan yang mencegah plak menempel di gigi dan membantu mengurangi kemungkinan mengalami gigi berlubang dan penyakit gusi. Selain itu, teh juga berpotensi mengurangi bau nafas karena menghambat pertumbuhan bakteri penyebab bau.
Minum dengan sedotan
Sebagian besar soda, minuman energi, dan jus mengandung asam yang bisa mengerosi lapisan email gigi. Karena itu, cobalah minum dengan menggunakan sedotan untuk membatasi kontak minuman dengan gigi.
Tambah asupan kalsium
Studi yang dilakukan para peneliti dari Buffalo menemukan, mereka yang mengonsumsi paling tidak 800 mg kalisum sehari berisko lebih kecil mengalami penyakit gusi parah. Alasannya: sekitar 99 persen kalsium tubuh berada di tulang dan gigi. Anda bisa menambah asupan kalisum dengan mengonsumsi makanan seperti keju, susu, dan yogurt. Kalsium akan menguatkan tulang rahang sehingga menahan gigi tetap pada tempatnya.
Hemat senyum saat berenang
Para peneliti menemukan, kolam dengan kandungan klorin berlebih bisa mengerosi dan meninggalkan noda pada lapisan email gigi. Karena itu, pastikan membawa sikat gigi saat hendak berenang. Gosoklah gigi Anda dengan menggunakan fluoride.
(disadur dari : mediaindonesia.com)
Senin, 14 Desember 2009
Obati Katarak Secara Alami
PADA tahap awal, katarak biasanya ditandai dengan pandangan yang kabur. Pasien kesulitan melihat benda-benda secara fokus. Saat penyakit semakin memburuk, pasien memiliki penglihatan ganda atau melihat bintik-bintik, atau bahkan keduanya.
Awalnya, pasien akan melihat lebih baik di saat senja dibandingkan saat terang di siang hari. Dan di tahap lanjut, objek dan orang hanya akan terlihat seperti gumpalan cahaya. Selain itu, pupil mata akan beruba warna menjadi putih abu-abu.
Bagaimana cara mengatasinya? Anda tentu bisa mencoba berbagai pengobatan medis serta teknik operasi. Selain itu, Anda juga bisa memperbaiki kondisi mata dengan menggunakan bahan-bahan alami. Berikut beberapa diantaranya:
Wortel. Penggunaan wortel dinyatakan bermanfaat dalam penanganan katarak. Pasien dianjurkan mengonsumsi banyak wortel mentah setiap hari. Sebagai alternatif, Anda bisa mengonsumsi 2 gelas jus wortel segar, satu gelas di pagi hari dan satu gelas lagi di malam hari.
Bawang putih. Penggunaan bawang putih juga diklaim efektif. Cobalah makan 2 atau 3 siung bawang putih mentah setiap hari. Kunyahlah secara perlahan. Bawang putih membantu membersihkan kristal-kristal di lensa mata.
Labu. Bunga labu bisa membantu menangani katarak. Caranya, ambillah jus atau sari dari bunga labu kemudian oleskan di permukaan kelopak mata 2 kali sehari. Cara ini dinyatakan bisa menghentikan pengaburan lensa mata.
Adas manis. Adas manis juga dinyatakan membantu mengatasi katarak. Caranya, campurkan bubuk adas manis dan bubuk ketumbar (dengan takaran yang sama) dengan satu sendok teh gula merah. Campuran ini kemudian dikonsumsi dengan dosis 12 gram di pagi dan malam hari.
Madu. Penggunaan madu murni merupakan salah satu cara yang dinyatakan efektif mengatasi katarak. Caranya, masukkan beberapa tetes madu ke mata. Ini merupakan pengobatan tradisional Mesir yang telah terbukti efektif pada banyak pasien.
Almond. Almond juga bisa membantu mengatasi katarak. Caranya, haluskan 7 biji kacang dengan setengah gram lada hitam dan masukkan ke dalam setengah cangkir air, minumlah setelah ditambah dengan satu sendok teh kembang gula. Cara ini dinyatakan membantu mengembalikan kekuatan mata.
Nutrisi. Nutrisi tertentu terbukti bermanfaat dalam mengatasi katarak. Percobaan yang dilakukan pada hewan menunjukkan bahwa hewan mengalami katarak jika kekurangan asam pantotenat dan asam amino, tryptophane dan vitamin B6 yang diperlukan untuk proses asimilasi tryptophane. Karena itu, pasien katarak sebaiknya mengonsumsi diet yang kaya vitamin B2 dan B6, serta kelompok B kompleks, asam pantotenat, vitamin C, D, E dan nutrisi-nutrisi lainnya.
(disadur dari : mediaindonesia.com)
Awalnya, pasien akan melihat lebih baik di saat senja dibandingkan saat terang di siang hari. Dan di tahap lanjut, objek dan orang hanya akan terlihat seperti gumpalan cahaya. Selain itu, pupil mata akan beruba warna menjadi putih abu-abu.
Bagaimana cara mengatasinya? Anda tentu bisa mencoba berbagai pengobatan medis serta teknik operasi. Selain itu, Anda juga bisa memperbaiki kondisi mata dengan menggunakan bahan-bahan alami. Berikut beberapa diantaranya:
Wortel. Penggunaan wortel dinyatakan bermanfaat dalam penanganan katarak. Pasien dianjurkan mengonsumsi banyak wortel mentah setiap hari. Sebagai alternatif, Anda bisa mengonsumsi 2 gelas jus wortel segar, satu gelas di pagi hari dan satu gelas lagi di malam hari.
Bawang putih. Penggunaan bawang putih juga diklaim efektif. Cobalah makan 2 atau 3 siung bawang putih mentah setiap hari. Kunyahlah secara perlahan. Bawang putih membantu membersihkan kristal-kristal di lensa mata.
Labu. Bunga labu bisa membantu menangani katarak. Caranya, ambillah jus atau sari dari bunga labu kemudian oleskan di permukaan kelopak mata 2 kali sehari. Cara ini dinyatakan bisa menghentikan pengaburan lensa mata.
Adas manis. Adas manis juga dinyatakan membantu mengatasi katarak. Caranya, campurkan bubuk adas manis dan bubuk ketumbar (dengan takaran yang sama) dengan satu sendok teh gula merah. Campuran ini kemudian dikonsumsi dengan dosis 12 gram di pagi dan malam hari.
Madu. Penggunaan madu murni merupakan salah satu cara yang dinyatakan efektif mengatasi katarak. Caranya, masukkan beberapa tetes madu ke mata. Ini merupakan pengobatan tradisional Mesir yang telah terbukti efektif pada banyak pasien.
Almond. Almond juga bisa membantu mengatasi katarak. Caranya, haluskan 7 biji kacang dengan setengah gram lada hitam dan masukkan ke dalam setengah cangkir air, minumlah setelah ditambah dengan satu sendok teh kembang gula. Cara ini dinyatakan membantu mengembalikan kekuatan mata.
Nutrisi. Nutrisi tertentu terbukti bermanfaat dalam mengatasi katarak. Percobaan yang dilakukan pada hewan menunjukkan bahwa hewan mengalami katarak jika kekurangan asam pantotenat dan asam amino, tryptophane dan vitamin B6 yang diperlukan untuk proses asimilasi tryptophane. Karena itu, pasien katarak sebaiknya mengonsumsi diet yang kaya vitamin B2 dan B6, serta kelompok B kompleks, asam pantotenat, vitamin C, D, E dan nutrisi-nutrisi lainnya.
(disadur dari : mediaindonesia.com)
Sabtu, 12 Desember 2009
Waspada Kanker Mulut akibat Obat Kumur Beralkohol
OBAT kumur yang mengandung alkohol berisiko menyebabkan kanker mulut dan dokter gigi sebaiknya menganjurkan pasien untuk tidak menggunakannya. Klaim ini dikeluarkan oleh para ilmuwan dari Newcastle University. Selain itu, Kandungan alkohol di dalam obat kumur dinyatakan juga bisa menyebabkan kulit mulut kering, terbakar dan sakit.
Kandungan alkohol, menurut studi yang dipublikasikan di British Dental Journal ini, tidak menawarkan manfaat pada konsumen. Karena itu, terang peneliti Profesor Robin Seymour dan Dr Carlos Werner, para dokter gigi sebaiknya menganjurkan pilihan obat kumur yang bebas alkohol.
Seymour mengatakan bahwa mereka telah memeriksa bukti yang saling bertentangan dari studi-studi yang mempelajari hubungan antara penggunaan obat kumur beralkohol secara teratur dan kanker mulut.
"Bukti menunjukkan adanya hubungan, dan kita perlu memperhatikan secara serius karena kanker mulut merupakan penyakit signifikan yang telah meningkat selama 10 tahun terakhir, khususnya di kalangan generasi muda," tutur Seymour, seperti dikutip situs dailymail.
"Selain kemungkinan menyebabkan kanker mulut, obat kumur yang mengandung alkohol juga dilaporkan mempunyai efek negatif terhadap struktur dan fungsi mulut."
Alkohol yang ditambahkan ke dalam obat kumur, terang Seymour, tidak merusak bakteri, tapi berperan sebagai agen pembawa komponen aktif esensial seperti menthol, eucalyptol dan thymol (yang berfungsi menembus plak).
"Kami tidak melarang penggunaan obat kumur, kami hanya ingin menyatakan bahwa ada alternatif lain dan para dokter gigi sebaiknya bersikap bijaksana dalam menganjurkan penggunaan obat kumur."
Perokok
Penggunaan obat kumur jenis ini secara teratur, lanjut Seymour, akan menambah faktor risiko pada perokok dan peminum berat. Studi-studi laboratorium, terang Seymour, menunjukkan bahwa alkohol memfasilitasi masuknya substansi penyebab kanker pada tembakau ke dalam jaringan lunak di mulut.
Sebuah review di Dental Journal of Australia menyebutkan bahwa tersedia bukti cukup yang menunjukkan adanya hubungan antara penggunaan obat kumur beralkohol dengan kanker mulut. Sehingga obat kumur ini sebaiknya hanya digunakan dengan resep dokter.
Tapi, penemuan ini bertentangan dengan review kedua yang menyatakan bahwa hubungan ini tidak didukung oleh bukti epidemiologi. The British Dental Association's Health and Science Committee menyimpulkan tidak ada bukti kuat yang membenarkan hubungan antara keduanya.
(disadur dari : mediaindonesia.com)
Kandungan alkohol, menurut studi yang dipublikasikan di British Dental Journal ini, tidak menawarkan manfaat pada konsumen. Karena itu, terang peneliti Profesor Robin Seymour dan Dr Carlos Werner, para dokter gigi sebaiknya menganjurkan pilihan obat kumur yang bebas alkohol.
Seymour mengatakan bahwa mereka telah memeriksa bukti yang saling bertentangan dari studi-studi yang mempelajari hubungan antara penggunaan obat kumur beralkohol secara teratur dan kanker mulut.
"Bukti menunjukkan adanya hubungan, dan kita perlu memperhatikan secara serius karena kanker mulut merupakan penyakit signifikan yang telah meningkat selama 10 tahun terakhir, khususnya di kalangan generasi muda," tutur Seymour, seperti dikutip situs dailymail.
"Selain kemungkinan menyebabkan kanker mulut, obat kumur yang mengandung alkohol juga dilaporkan mempunyai efek negatif terhadap struktur dan fungsi mulut."
Alkohol yang ditambahkan ke dalam obat kumur, terang Seymour, tidak merusak bakteri, tapi berperan sebagai agen pembawa komponen aktif esensial seperti menthol, eucalyptol dan thymol (yang berfungsi menembus plak).
"Kami tidak melarang penggunaan obat kumur, kami hanya ingin menyatakan bahwa ada alternatif lain dan para dokter gigi sebaiknya bersikap bijaksana dalam menganjurkan penggunaan obat kumur."
Perokok
Penggunaan obat kumur jenis ini secara teratur, lanjut Seymour, akan menambah faktor risiko pada perokok dan peminum berat. Studi-studi laboratorium, terang Seymour, menunjukkan bahwa alkohol memfasilitasi masuknya substansi penyebab kanker pada tembakau ke dalam jaringan lunak di mulut.
Sebuah review di Dental Journal of Australia menyebutkan bahwa tersedia bukti cukup yang menunjukkan adanya hubungan antara penggunaan obat kumur beralkohol dengan kanker mulut. Sehingga obat kumur ini sebaiknya hanya digunakan dengan resep dokter.
Tapi, penemuan ini bertentangan dengan review kedua yang menyatakan bahwa hubungan ini tidak didukung oleh bukti epidemiologi. The British Dental Association's Health and Science Committee menyimpulkan tidak ada bukti kuat yang membenarkan hubungan antara keduanya.
(disadur dari : mediaindonesia.com)
Kamis, 10 Desember 2009
Lupakan Obat Luar untuk Basmi Jerawat
JERAWAT disebabkan oleh bakteri dan penyebab iritasi lain yang menempel di bawah kelenjar minyak kulit dan folikel rambut. Secara umum, jerawat merupakan hasil dari kurangnya kebersihan dan diet yang buruk, seperti kelebihan konsumsi makanan olahan, makanan berlemak dan gorengan, serta kelebihan produk susu, daging dan gula. Karena itu, langkah utama yang dianjurkan dalam membasmi jerawat adalah menerapkan pola diet kaya makanan utuh seperti sayuran, buah-buahan, whole grain dan kacang polong.
Sebagian besar orang berusaha menghilangkan jerawat dari dengan menggunakan sabun, lotion dan penanganan dari luar lainnya. Akan tetapi, menurut sejumlah pakar kesehatan, cara terbaik menangani jerawat adalah dengan mengubah diet dan menghilangkan komponen penyebab jerawat dari diet.
Gula
Gula tidak hanya buruk bagi tubuh tetapi juga bisa merusak kulit. Kelebihan gula bisa menyebabkan kadar glukosa bersifat racun. Proses glycation dan silang protein meningkat. Sebagai akibatnya, kolagen melemah dan kerutan di kulit semakin dalam. Dengan kata lain, mengonsumsi gula dalam jumlah berlebih bisa mempercepat penuaan kulit. Selain itu, gula bisa menyebabkan bengkak di sekeliling mata. Karena itu, ada baiknya membatasi asupan gula dan menambah konsumsi air. Jangan lupa, gula dalam diet Anda sebaiknya tidak lebih dari 10 persen dari asupan kalori total harian.
Cokelat
Cokelat turut menjadi penyebab buruknya penampilan kulit. Tidak ada satu jenis makanan spesifik, termasuk cokelat, yang telah terbukti menyebabkan atau memperburuk jerawat pada setiap individu. Akan tetapi, ada baiknya menghemat makanan favorit Anda ini, karena keseluruahn diet sangat mempengaruhi kualitas penampilan kulit (meskipun satu makanan khusus bukanlah pemicu).
Kopi dan soda
Minum kopi dan soda dalam jumlah berlebih, khususnya kola, berperan dalam memicu munculnya jerawat."Jerawat, masalah umum pada kalangan remaja, disebabkan oleh kombinasi stimulasi hormon, produksi asam lemak penyebab iritasi oleh bakteri tertentu, stres dan diet yang buruk," tulis Dr. Elson M. Haas dalam Staying Healthy With Nutrition, seperti dikutip situs womenfitness. Karena jerawat disebabkan oleh kelebihan produksi minyak di bawah kulit, Haas menganjurkan Anda untuk memperbanyak minum air putih, menghindari gorengan dan lemak-lemak terhidrogenasi (hydrogenated fats) dari diet serta menambah asupan vitamin A dan seng untuk mengurangi jerawat.
Makanan yang digoreng
Makanan yang mengandung lemak trans, seperti susu, produk susu, margarin, mentega dan minyak sayur sintetis, serta makanan yang digoreng sebaiknya dihindari. Tidak semua jenis lemak buruk, akan tetapi jenis lemak ini cenderung memicu munculnya jerawat dan gangguan kulit.
Makanan untuk kulit sehat
Jika sedang menghadapi masalah kulit, ada baiknya memperhatikan asupan diet terlebih dahulu daripada menggunakan zat kimia keras atau obat-obatan yang justru bisa berinteraksi dengan obat lain yang sedang Anda gunakan. Cobalah memperbaiki kondisi kulit dan mencegah jerawat dengan menerapkan panduan berikut:
Perhatikan cara memasak. Cara terbaik mengolah makanan adalah dengan merebus atau memanggang. Tapi jika harus menggoreng makanan, pastikan menggunakan virgin olive oil.
Perbanyak minum air. Memperbanyak konsumsi air membantu menjaga kelembaban dan mengurangi bengkak. Cobalah minum 8-10 gelas air sehari (tidak termasuk kopi atau minuman ringan).
Konsumsi makanan kaya antioksidan (stroberi, cabe merah, blueberries) untuk merusak radikal bebas sebelum komponen berbahaya tersebut merusak kulit dan membantu memperlambat penuaan dan munculnya kerutan.
Terapkan diet untuk kulit sehat dengan cara memperbanyak konsumsi sayuran mentah atau dimasak sebentar, khususnya sayuran hijau yang kaya mineral dan serat. Selain itu, jangan lupa memasukkan sumber protein rendah lemak dan karbohidrat kompleks, seperti nasi, roti whole grain, kentang dan kacang polong ke dalam diet Anda. Makanan kaya serat ini membantu membersihkan saluran pencernaan, yang sangat penting dalam mengontrol jerawat.
Perkaya diet dengan Acidophilus dan Bifundus. Cobalah mengonsumsi yogurt yang mengandung bakteri baik bifundus dan acidophilus setiap hari. Cara ini membantu menyeimbangkan bakteri di usus, dan membantu Anda mengontrol gangguan kulit.
Konsumsi 3 makanan sehat dan 2 makanan tengah hari untuk memenuhi asupan nutrisi-nutrisi penting sekaligus mengurangi selera makan Anda terhadap gula dan makanan berlemak.
(disadur dari : mediaindonesia.com)
Sebagian besar orang berusaha menghilangkan jerawat dari dengan menggunakan sabun, lotion dan penanganan dari luar lainnya. Akan tetapi, menurut sejumlah pakar kesehatan, cara terbaik menangani jerawat adalah dengan mengubah diet dan menghilangkan komponen penyebab jerawat dari diet.
Gula
Gula tidak hanya buruk bagi tubuh tetapi juga bisa merusak kulit. Kelebihan gula bisa menyebabkan kadar glukosa bersifat racun. Proses glycation dan silang protein meningkat. Sebagai akibatnya, kolagen melemah dan kerutan di kulit semakin dalam. Dengan kata lain, mengonsumsi gula dalam jumlah berlebih bisa mempercepat penuaan kulit. Selain itu, gula bisa menyebabkan bengkak di sekeliling mata. Karena itu, ada baiknya membatasi asupan gula dan menambah konsumsi air. Jangan lupa, gula dalam diet Anda sebaiknya tidak lebih dari 10 persen dari asupan kalori total harian.
Cokelat
Cokelat turut menjadi penyebab buruknya penampilan kulit. Tidak ada satu jenis makanan spesifik, termasuk cokelat, yang telah terbukti menyebabkan atau memperburuk jerawat pada setiap individu. Akan tetapi, ada baiknya menghemat makanan favorit Anda ini, karena keseluruahn diet sangat mempengaruhi kualitas penampilan kulit (meskipun satu makanan khusus bukanlah pemicu).
Kopi dan soda
Minum kopi dan soda dalam jumlah berlebih, khususnya kola, berperan dalam memicu munculnya jerawat."Jerawat, masalah umum pada kalangan remaja, disebabkan oleh kombinasi stimulasi hormon, produksi asam lemak penyebab iritasi oleh bakteri tertentu, stres dan diet yang buruk," tulis Dr. Elson M. Haas dalam Staying Healthy With Nutrition, seperti dikutip situs womenfitness. Karena jerawat disebabkan oleh kelebihan produksi minyak di bawah kulit, Haas menganjurkan Anda untuk memperbanyak minum air putih, menghindari gorengan dan lemak-lemak terhidrogenasi (hydrogenated fats) dari diet serta menambah asupan vitamin A dan seng untuk mengurangi jerawat.
Makanan yang digoreng
Makanan yang mengandung lemak trans, seperti susu, produk susu, margarin, mentega dan minyak sayur sintetis, serta makanan yang digoreng sebaiknya dihindari. Tidak semua jenis lemak buruk, akan tetapi jenis lemak ini cenderung memicu munculnya jerawat dan gangguan kulit.
Makanan untuk kulit sehat
Jika sedang menghadapi masalah kulit, ada baiknya memperhatikan asupan diet terlebih dahulu daripada menggunakan zat kimia keras atau obat-obatan yang justru bisa berinteraksi dengan obat lain yang sedang Anda gunakan. Cobalah memperbaiki kondisi kulit dan mencegah jerawat dengan menerapkan panduan berikut:
Perhatikan cara memasak. Cara terbaik mengolah makanan adalah dengan merebus atau memanggang. Tapi jika harus menggoreng makanan, pastikan menggunakan virgin olive oil.
Perbanyak minum air. Memperbanyak konsumsi air membantu menjaga kelembaban dan mengurangi bengkak. Cobalah minum 8-10 gelas air sehari (tidak termasuk kopi atau minuman ringan).
Konsumsi makanan kaya antioksidan (stroberi, cabe merah, blueberries) untuk merusak radikal bebas sebelum komponen berbahaya tersebut merusak kulit dan membantu memperlambat penuaan dan munculnya kerutan.
Terapkan diet untuk kulit sehat dengan cara memperbanyak konsumsi sayuran mentah atau dimasak sebentar, khususnya sayuran hijau yang kaya mineral dan serat. Selain itu, jangan lupa memasukkan sumber protein rendah lemak dan karbohidrat kompleks, seperti nasi, roti whole grain, kentang dan kacang polong ke dalam diet Anda. Makanan kaya serat ini membantu membersihkan saluran pencernaan, yang sangat penting dalam mengontrol jerawat.
Perkaya diet dengan Acidophilus dan Bifundus. Cobalah mengonsumsi yogurt yang mengandung bakteri baik bifundus dan acidophilus setiap hari. Cara ini membantu menyeimbangkan bakteri di usus, dan membantu Anda mengontrol gangguan kulit.
Konsumsi 3 makanan sehat dan 2 makanan tengah hari untuk memenuhi asupan nutrisi-nutrisi penting sekaligus mengurangi selera makan Anda terhadap gula dan makanan berlemak.
(disadur dari : mediaindonesia.com)
Langganan:
Postingan (Atom)



