Rabu, 04 November 2009

Sansiviera, Tanaman Hias Antipolutan


Bagi Anda pecinta tanaman hias kini telah ada tanaman yang tengah digemari masyarakat, yaitu Sansiviera. Keunikan tanaman ini selain terdapat pada daunnya yang indah juga ternyata mampu menyerap 107 jenis polutan hingga radius 30 meter. Sehingga tanaman ini membantu orang yang berada di sekitarnya untuk hidup lebih sehat.

Sansiviera merupakan sejenis tanaman yang aslinya berasal dari Afrika. Tanaman ini pun sangat mudah dibudidayakan karena mampu tumbuh di tempat yang tandus dan kering sehingga tidak memerlukan banyak air. Cara membudidayakannya yaitu dengan memindahkan ke pot lain atau dengan menanam salah satu daun ke dalam pot. Kalau sudah tumbuh besar, daun Sansiviera akan tampak indah dipandang.

Seperti Sansiviera Motomo dari Jepang misalnya. Dengan perawatan yang benar, bentuk daunnya akan mirip kipas dengan bentuk yang bulat dan memanjang. Selain Sansiviera Blue Clone asal Afrika, ada juga Sansiviera Javanika yang merupakan jenis lokal yang ditemukan di Kepulauan Seribu.

Nah, kalau Anda berminat memiliki Sansiviera yang sudah terbentuk, bersiaplah merogoh kocek agak dalam karena harganya di pasaran kini bisa mencapai Rp 4 juta hingga Rp 8 juta.
(disadur dari : liputan6.com)

Bisakah Tidur Nyenyak Setelah Ngopi ?


KOPI merupakan teman yang setia menemani saat Anda harus terjaga dan mengerjakan tugas yang belum selesai hingga larut malam. Akan tetapi, efek kafein kopi yang tetap bertahan bahkan setelah Anda selesai mengerjakan tugas juga bisa mengganggu. Efek kafein akan membuat Anda tetap terjaga meskipun Anda ingin sekali tidur dan melepaskan keletihan fisik dan pikiran. Apakah Anda pernah berpikir menggunakan alkohol untuk melawan efek kafein? Lupakan melawan efek kafein dengan  depressant, cara tersebut tidak efektif. Lupakan juga alkohol ,dan cobalah empat langkah sederhana berikut:

Ciptakan lingkungan tidur yang nyaman.

Dengan pengaruh daya kafein dari dalam tubuh, Anda perlu menciptakan lingkungan yang kurang stimulasi dan hal-hal yang membangkitkan semangat. Jadi, matikan TV, internet atau peralatan elektronik lainnya.

Matikan lampu utama dan tutuplah tirai kamar untuk mencegah masuknya sinar dari luar/jalan. Mulailah fokus untuk menciptakan atmosfer dengan penerangan temaram dari cahaya lilin atau lampu tidur. Anda bisa mendapatkan efek penerangan lembut dengan  menempatkan lampu meja di lantai, menghadap ke arah dinding.

Selain itu, pastikan mematikan semua bunyi dari peralatan rumah tangga yang bisa mengganggu relaksasi Anda (seperti kulkas, tetesan air dari keran). Selanjutnya, lihatlah koleksi CD Anda yang bersifat menenangkan. Atau Anda bisa menggunakan CD yang berisi suara-suara alami, seperti hujan, air terjun dan hutan sebagai pengganti. Jika kebetulan sedang truun hujan, biarkan pikiran Anda tertuju pada suara tetesan hujan yang menyentuh jendela atau fokus pada bunyi gelembung air dari akuarium Anda. Anda memerlukan suara lembut yang berkelanjutan untuk merilekskan pikiran.

Olahraga ringan

Olahraga merangsang tubuh melepaskan hormon serotonin, hormon yang mengundang tidur. Tapi, pastikan memilih gerakan ringan yang tidak terlalu meningkatkan suhu tubuh (yang justru menghambat tidur). Cara yang paling ideal  adalah melakukan rutinitas aerobik ringan, termasuk sit-up dan push-up di lingkungan nyaman yang telah Anda cipatkan sebelumnya.

Minum segelas susu hangat

Susu merupakan sumber tryptophan, asam amino yang akan diubah menjadi serotonin, yang selanjutnya akan diubah menjadi melatonin. Kedua hormon ini sangat berperan dalam mengundang rasa ngantuk. Dan jika Anda terbangun di malam hari dengan perasaan lapar, cobalah menghindari minuman bergula. Akan lebih baik jika Anda mengonsumsi sepotong roti. Karbohidrat akan meningkatkan sekresi insulin, yang membantu penyerapan tryptophan dan menguatkan efeknya.


Istirahatkan pikiran Anda.

Berhentilah mencemaskan kondisi Anda yang kesulitan tidur. Jangan melihat jam dan tidak perlu memikirkan beraja jam waktu tidur yang telah Anda sia-siakan . Kemudian, pilihlah buku bacaan. Hindari bacaan yang memerlukan kerja otak berat serta kerjaan yang justru memicu stres. Pilihlah majalah dengan bacaan ringan dan menarik. Dudulah di kursi atau sofa dan pindahlah ke temapt tidur saat Anda mulai lelah. Pastikan kalau tubuh Anda relaks. Atau jika malas membaca, bisa juga menutup mata sambil membayangkan lokasi yang menenangkan, seperti air terjun atau pantai. Konsentrasilah pada suara dan detail. Selanjutnya Anda sudah akan berlabuh di dunia mimpi tanpa sadar
(disadur dari : mediaindonesia.com)

Senin, 02 November 2009

Perlukah Bicara Cadel Dengan Anak ?


Jakarta, 'Uuh atit piyut', coba cari kalimat itu dalam kamus Bahasa Indonesia pasti hasilnya nihil. Tapi bahasa cadel seperti itu sudah sangat familiar diucapkan anak kecil. Maksud hati ingin lebih akrab dengan anak, penggunaan bahasa cadel yang keseringan malah bisa bikin anak cadel hingga dewasa.

Saat anak sedang dalam tahap belajar berbicara, terkadang anak belum mampu mengucapkan kata dengan benar atau biasa dikenal dengan istilah cadel. Tapi orangtua sebaiknya tidak mengikuti cara bicara anak tersebut.

Beberapa anak kecil seperti memiliki bahasa 'planet' yang kadang sulit dimengerti oleh orang lain. Salah satunya adalah anak berbicara cadel yang terdengar lucu sehingga banyak orang dewasa yang justru mengikuti gaya bahasa si anak.

Namun, jika tidak diberi tahu bahwa si anak salah dalam mengucapkan kata, bisa-bisa kebiasaan cadel tersebut terbawa hingga si anak dewasa yang bisa membuat si anak malu karena diejek oleh teman-temannya.

Berbicara cadel merupakan suatu hal yang umum terjadi pada anak-anak, tapi sebaiknya orangtua harus segera membiasakan anak untuk dapat mengucapkan kata yang benar. Dalam hal ini kesabaran serta keuletan dari orangtua sangat diperlukan.

Seperti dikutip dari Pediatrics, Kamis (29/10/2009) dibutuhkan waktu untuk dapat mengubah kebiasaan cadel pada anak, salah satunya bisa dengan menggunakan terapi bicara. Terapi ini menyesuaikan dengan karakteristik unik dari masing-masing anak seperti keterampilan motorik oral, kepribadian termasuk motivasi dan emosi si anak itu sendiri. Dan setiap anak membutuhkan waktu yang berbeda-beda.

Beberapa ahli mengatakan bahwa biasanya anak yang belum bisa mengucapkan suatu kata dengan benar, bisa disebabkan oleh belum adanya koordinasi yang sempurna antara bibir dan lidah.

Kunci keberhasilan dari terapi bicara ini adalah anak merasa sukses pada apa yang telah dilakukannya, bahkan untuk mengucapkan kata yang paling sederhana sekalipun. Ucapkan secara perlahan-lahan dan buat anak merasa nyaman dalam menjalani proses ini. Terapi bicara bisa menggunakan potongan teka-teki kata dan mengharuskan si anak mengucapkan kata tersebut, atau bisa juga dengan menggunakan sebuah cerita pendek.

Orangtua sebaiknya tidak membiasakan anak salah dalam mengucapkan suatu kata, beritahu anak bagaimana cara mengucapkan yang benar. Jika anak mengulanginya terus jangan dimarahi, tapi beritahu secara baik dimana letak kesalahan si anak. Jika orangtua tidak ingin memiliki anak yang cadel, biasakan untuk mengucapkan semua kata dengan benar agar si anak memiliki contoh yang baik. Mengikuti anak berbicara cadel bukanlah suatu cara untuk mendekatkan diri yang benar dengan si anak.
(disadur dari : detik.com)

Sabtu, 31 Oktober 2009

Dot dan Jempol Penyebab Gangguan Bicara



DOT memang efektif membantu orangtua dalam menenangkan bayi saat rewel. Namun hal ini dipercaya justru menjadi faktor penghambat perkembangan bicara anak. Menurut hasil studi yang dilakukan para peneliti dari Amerika dan Chili, anak-anak prasekolah yang telah menggunakan dot paling tidak selama 3 tahun berisiko 3 kali lebih besar mengalami gangguan bicara dibandingkan anak-anak yang tidak menggunakan dot. Selain dot, anak-anak yang menghisap jempol juga berisiko lebih besar mengalami penundaan perkembangan kemampuan berbicara.

Dalam studi ini, para peneliti mempelajari latar belakang atau kronologis menghisap jempol dan jari, sejarah menyusui serta penggunaan dot pada 128 anak berusia 3-5 tahun. Tim peneliti yang dipimpin Dr Clarita Barbosa dari the University of Washington ini juga menggunakan tes linguistik untuk melihat apakah kemampuan bicara anak termasuk normal sesuai dengan umurnya atau apakah kemampuan mengucap bunyi dan kata mereka tergolong lambat dibandingkan dengan usia.

Peneliti menemukan, anak-anak yang menghisap jari atau jempol mereka, atau anak yang menggunakan dot paling tidak selama 3 tahun, berisiko 3 kali lipat lebih besar mengalami gangguan bicara. Sedang anak yang minum air susu ibu (ASI) paling tidak hingga berusia 9 bulan, dan tidak menyusu melalui botol, mengalami gangguan bicara yang lebih sedikit.

"Hasil studi ini menunjukkan kalau perpanjangan waktu mengisap di luar minum ASI mempunyai efek merusak terhadap perkembangan bicara pada anak," ujar Barbosa, seperti dikutip situs dailymail.

Studi ini, terang Barbosa, menambah bukti baru bahwa penggunaan dot merugikan anak. Penggunaan dot ini, terang dia, akan membuat anak tidak ikut terlibat dalam percakapan sehari-hari.
(disadur dari : mediaindonesia.com)

Jumat, 30 Oktober 2009

Mencegah Penyakit dengan Ruang Terbuka Hijau



Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Epidemiology and Community Health menunjukkan orang-orang yang tinggal dalam radius satu kilometer dari taman atau area ruang terbuka hijau lainnya lebih jarang mengalami depresi dan kecemasan.

Penelitian yang dilakukan terhadap catatan medis 345.143 orang di Holland, Belanda, ini menilai status kesehatan responden dalam 24 kondisi, termasuk kardiovaskular, pernapasan, dan penyakit saraf. Hasil penelitian itu kemudian dikaitkan dengan jarak tempat tinggal responden dengan ruang terbuka hijau dalam radius satu kilometer, tiga kilometer.

Ternyata orang yang tinggal di lingkungan urban memiliki prevelansi lebih tinggi mengalami depresi dan kecemasan dibandingkan mereka yang tinggal dekat ruang terbuka hijau.

Manfaat kesehatan lain yang didapat oleh mereka yang rumahnya dekat ruang terbuka hijau, radius 1-3 kilometer di antaranya pencernaan yang lebih sehat dan menurunnya gejala gangguan fisik yang sering tidak bisa dijelaskan secara medis.

Selain udara yang lebih segar, ruang terbuka juga memungkinkan kita lebih terekspos pada sinar matahari yang kaya vitamin D. 

Ayo mari kita ciptakan ruang terbuka hijau dilingkungan kita masing2, selain manfaat untuk kita dan keluarga juga bermanfaat bagi tetangga sekitar kita.
   

Rambut Rontok ? Ini Tips Mengatasinya.


Tidak perlu panik ketika bangun tidur melihat begitu banyak helai rambut yang tertinggal di bantal. Pun tak perlu cemas ketika menyisir rontokannya di luar standar. Betul, itu memang artinya Anda sedang mengalami kerontokan hebat. Namun, itu bukan berarti tidak bisa diatasi.

Tanpa sadar, kebiasaan Anda mengakibatkan kebotakan (bukan hanya rontok). Karena itu, mulai sekarang Anda perlu mengubah sejumlah kebiasaan. Mulai sekarang, gunakan sisir bergeligi jarang, terutama ketika menyisir rambut basah setelah keramas.
Kurangi memanaskan rambut dengan hair dryer, hot curling, atau flat iron. Jangan terlalu ketat mengikat rambut. Dan, jangan terlalu sering mencuci rambut dalam sehari. Itu akan mengurangi kadar minyak natural rambut sehingga membuat rambut mudah patah.
(disadur dari : www.kompas.com)